Senin, 08 April 2013

TUGAS EKONOMIKA MAKRO BAB 4



A.     Investasi
Investasi adalah penanaman modal oleh perusahaan untuk membeli barang-barang kapital yang baru, seperti mesin-mesin dan peralatan lainnya, pabrik-pabrik, toko-toko, alat angkutan, gudang dan lain sebagainya.

·     Motif dan Fungsi Investasi
Ø  Motif Investasi
Selain mendapatkan keuntungan yang lebih, inventasi juga memiliki beberapa motif yaitu :
1.      Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak dimasa depan.
2.      Mengurangi resiko inflasi.
3.      Dorongan untuk menghemat pajak

Ø  Fungsi Investasi
Fungsi investasi adalah kurva yang menunjukkan perkaitan diantara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional. Bentuk fungsi investasi dibedakan menjadi 2, yaitu :

1.      Investasi Otonom (Otonomous Investment).
Adalah investasi yang tidak dipengaruhi oleh adanya perubahan dalam pendapatan nasional maupun tingkat bunga, jadi tinggi rendahnya pendapatan nasional tidak menentukan investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
Contoh : Investasi emas, tanah, dan bangunan.

2.      Investasi Terpengaruh (Induced Investment).
Adalah investasi yang didorong oleh adanya perubahan pendapatan nasional jika pendapatan nasional naik maka investasi juga akan naik begitupun sebaliknya. Peningkatan pendapatan nasional diikuti kenaikan investasi karena kenaikan pendapatan nasional akan membawa serta kenaikan konsumsi, sehingga produksi dan investasi juga bertambah.
Contoh : Investasi saham.



·         Hasrat Investasi
Keinginan untuk menanamkan modal dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih dari nilai yang kita tanamkan di masa yang akan datang.

·         Kurva investasi
Besar kecilnya permintaan investasi tergantung pada tingkat bunga yang berlaku, semakin tinggi tingkat bunga, maka semakin kecil permintaan investasi. Jadi hubungan antara tingkat bunga dengan tingkat investasi adalah berbanding terbalik. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kurva permintaan investasi pada Gambar berikut.
 


              10
  8
  6



                                     0,5    0,6     0,7
                                


·         Marginal efisiensi investasi
Suatu perekonomian dapat menciptakan jumlah investasi yang sama besarnya dengan tambahan investasi yang diperlukan yaitu investasi yang akan mewujudkan semua usaha yang menguntungkan. Modal perlu dikumpulkan untuk menciptakan investasi tersebut yang lebih penting lagi barang modal perlu disediakan. Faktor-faktor ini dapat menjadi penghambat bagi para pengusaha untuk melakukan investasi. Akibatnya bila terbatasnya salah satu faktor yang menentukan jumlah investasi para pengusaha hanya dapat melakukan tambahan sebanyak 50% pada tahun pertama dan baru pada tahun kedua para pegusaha akan memberikan seluruh sisa investasi. Contohnya seorang pengusaha ingin berinvestasi pada sebuah perusahaan sebesar Rp.500.000.000 namun karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengusaha tersebut maka setoran investasi yang diberikan hanya separuhnya dari total investasi dan sisanya akan diberikan pada tahun yang akan datang. Kurva untuk menggambarkan marginal efisiensi investasi

B.       Pendapatan Nasional Keseimbangan
·      Pengertian pendapatan yang akan dipertahankan karena penawaran agregat adalah sama dengan permintaan agregat terencana

·      Pendekatan permintaan dan penawaran agregat
    Permintaan agregat (aggregate demand) adalah jumlah yang direncanakan oleh pembeli untuk membeli keluaran.
     Penawaran agregat (aggregate supply) adalah jumlah barang-barang dan jasa jasa yang ditawarkan oleh produsen untuk dijual dan sama besarnya dengan pendapatan uang dari pemilik-pemilik faktor-faktor produksi.

·      Pendekatan Kebocoran dan Injeksi
Y =  I+G =T+S
 




Variabel I dan G disebut injeksi yang menyebabkan perbesaran arus pendapatan
Sebaliknya pajak (T = tax) atau kalau ada saving (S) disebut kebocoran yang menyebabkan menciutnya arus perputaran pendapatan nasional.


·      Keseimbangan pendapatan nasional
Adalah tingkat pendapatan(keluaran) dimana penawaran agregat adalah sama dengan permintaan agregat
Penawaran   agregat= permintaan agregat
Penawaran =  Konsumsi + Investasi
                            (C         +         I)

 





Contoh soal :
Tingkat keseimbangan pendapatan adalah $ 520 dalam skedul penawaran dan permintaan keseluruhan (agregat) yang disajikan pada Tabel 1 dan digrafikan pada Gambar 5-1. Pada tingkat penawaran agregat di bawah $ 520 , permintaan pengeluaran tidak bisa dipenuhi , karena julag yang diminya melebihi jumlah yang di tawarkan.


Jadwal Penawaran Agregat
Keluaran (Pendapatan)
Penawaran Agregat
$ 480
  500
  520
  540
  560
$ 480
  500
  520
  540
  560

Jadwal Permintaan Agregat
Keluaran (pendapatan)
Permintaan Agregat
$ 480
500
520
540
560
$ 500
510
520
530
540


C.    Angka pengganda (Multiplier)
Adalah bilangan dengan mana investasi harus kita kalikan, apabila kita ingin mengetahui besarnya perubahan pendapatan nasional ekuilibrium (keseimbangan) yang diakibatkan oleh perubahan investasi termaksud, angka pengganda memberikan gambaran kepada kita tentang intensitas hubungan kausal antara sebuah variabel tertentu dengan pendapatan nasional. Apabila angka pengganda tersebut menunjukan angka yang tinggi, maka ini berarti bahwa perubahan yang terjadi pada variabel tersebut akan besar pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan nasional.

·       Pergeseran Kurva Konsumsi dan Investasi
Ø  Kurva Konsumsi
Kurva investasi menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi. Semakin besar pendapatan makan akan semakin besar pula jumlah pengeluaran konsumsi, sehingga kurva konsumsi akan bergeser ke atas apabila terjadi kenaikan pendapatan dan konsumsi. Dan bergerak ke bawah apabila terjadi penurunan pendapatan.  

Ø  Kurva investasi menunjukkan besarnya tingkat investasi pada tingkat bunga yang beraku, karena hubungan antara investasi dan bunga berbanding terbalik maka kurva Investasi bergerak kekanan apabila terjadi pertambahan investasi dengan nilai bunga yang kecil dan bergerak kekiri apabila terjadi pengurangan investasi dengan nilai bunga yang besar.

·      Angka Pengganda Investasi dan Pendapatan Nasional
Untuk mengetahui berubahnya investasi akan mempengaruhi perubahan pendapatan nasional, pertama tama kita harus mengetahui dahulu faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi investasi. Dengan singkat dapatlah dikatakan bahwa dengan berdasarkan pada ceteris paribus, perubahan investasi suatu masyarakat akan bertambah apabila :

·         Tigkat bunga  menurun
·         Penemuan-penemuan baru dalam bidang teknologi di masyarakat bermunculan
·         Jumlah penduduk yang meningkat
·         Meluasnya pasar penjualan hasil produksi masyarakat tersebut

Suasana perusahaan yang bertambah optimis entah fenomena mana yang menyebabkan berubahnya investasi, dengan tetap mempergunakan ceteris paribus, perubahan pengeluaran untuk investasi suatu masyarakat akan selalu mengakibatkan berubahnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium. Angka yang menunjukan perbandingan antara berubahnya tingkat pendapatan nasional ekuilibrium dengan berubahnya jumlah pengeluaran investasi inilah yang disebut angka pengganda investasi

·      Proses angka pengganda
Proses ini menggambarkan tentang aliran-aliran pengeluaran dan pendapatan baru yang akan berlaku sebagai akibat dari suatu perubahan dalam salah satu atau gabungan dari faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran agregat.

        Jika suatu perusahaan meminjam uang dari bank-bank perdagangan untuk membiayai perluasan kegiatan produksi mereka, maka otomatis pinjaman tersebut menambah pendapatan Negara. Dengan terjadinya pertambahan dalam pendapatan nasional maka dengan sendirinya pendapatan masyarakan akan bertambah pula, dan pendapatan ini akan menimbulkan pertambahan baru dalam pengeluaran agregat yang selanjutnya akan menimbulkan lagi pertambahan dalam pendapatan nasional. Proses pertambahan pendapatan masyarakat, pengeluaran agregat dan selanjutnya pendapatan nasional akan terus berlangsung sehingga tidak terdapat lagi pertambahan pendapatan dalam masyarakat.

                 C+I                                                                         Y=AD
      AD2                                          A1    A2       E1       C+I1+G+(X-M)
     AD1                                    A0                                 C+I+G+(X-M)
         AD
                                                    EO
                       ∆ I


             O                                                                Y
                                           Y0               Y1  Y2  Ye
Keterangan :
C+I+G+(X-M)         : Pengeluaran agregat awal
E0                                       : Titik Keseimbangan awal
Y0                                      : Pendapatan Nasional awal
∆I                             : Jumlah peningkatan Investasi
C+I1+G+(X-M)        : Pengeluaran agregat setelah pertambahan investasi
A0,1,2                         : Jumlah pengeluaran dalam perekonomian
AD1,2                        : Pengeluaran agregat setelah terjadi kenaikan investasi

Keterangan proses
Pada saat pengeluaran agregat adalah C+I+G+(X-M) maka tingkat keseimbangan dicapai pada titik E0 sehingga pendapatan nasionalnya mencapai Y0. Kemudian terjadi kenaikan investasi perusahaan ∆I sehingga menaikan pengeluaran agregat yang ditunjukan oleh garis C+I1+G+(X-M). Apabila pendapatan nasional mencapai Y0 maka jumlah peengeluaran dalam perekonomian ditunjukan oleh titik A0. Dengan demikian pengeluaran agregat pada keadaan itu bernilai AD1, dan dapat dilihat bahwa AD1>Y0. Keadaan seperti itu berarti terdapat kelebihan permintaan  sehingga pengusaha mendapat dorongan untuk menaikan produksi ke Y1. Keadaan seperti ini akan terus berlangsung dan meninggat sampai tidak terdapat lagi kelebihan permintaan dalam masyarakat. Pada akhirnya akan menemukan tingkat keseimbangan pada titik E1 dan pendapatan nasional meningkat menjadi titik Ye.

Menentukan besarnya Angka pengganda (Multiplier)
Rumus menentukan besarnya multiplier dan pertambahan pendapatan  nasional :
∆Y =  .∆AD
Keterangan :
∆Y       : Pertambahan pendapatan Nasional
MPC    : consumsi marginal rumah tangga
∆AD    : Pertambahan Investasi



Minggu, 31 Maret 2013

MASALAH DAN CARA PENANGGULANGAN KEMISKINAN


Definisi  Kemiskinan
Kemiskinan merupakan keadaan dimana ketidakmampun untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pakaian, makanan, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan.

Latar Belakang  Kemiskinan
Kemiskinan bukanlah hal baru yang terjadi di Negara Indonesia, bahkan di setiap Negara lain sekalipun. Dan tidak dipungkiri  bahwa kemiskinan merupakan musuh terbesar  dari setiap bangsa. Dampak dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak. Dampak-dampak tersebut bisa terjadi bukan hanya dari masing-masing masyarakatnya saja, namun kemiskinan juga dapat terjadi akibat pengaturan sistem pemerintahannyayang  tidak benar.  Salah satu contoh hal yang dapat menyebabkan kemiskinan adalah  keterbatasannya lapangan kerja untuk masyarakat dan kekurang adaannya sumber daya  yang nantinya menyebabkan banyaknya pengangguran di setiap Negara. Dan dengan adanya hal tersebut, maka akan banyak masyarakat yang berstatus sebagai pengagguran tidak berpenghasilan da tidak dapat memenuhi kebutuhannya karena mereka tidak bisa bekerja.
Dan berikut ini merupakan kemiskinan yang dapat dilihat dari penyebab terjadinya kemiskinanannya itu sendiri, yaitu :
1.    Kemiskinan Individu, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh kondisi alami seseorang; misalnya cacat mental atau fisik, usia lanjut sehingga tidak mampu bekerja, dan lain-lain.
2.   Kemiskinan Alamiah, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh masalah alam; misalnya kondisi alam yang tidak bersahabat dengan daerah para penduduk sehingga menyebabkan masyarakata tidak bisa melakukan aktivitasnya masing-masing.
3.   Kemiskinan Kultural, yaitu kemiskinan yang disebabkan rendahnya kualitas SDM akibat kultur masyarakat tertentu; misalnya rasa malas, tidak produktif, terlalu bergantung pada harta warisan, dan lain-lain.
4.    Kemiskinan Struktural, yaitu kemiskinan yang disebabkan oleh kesalahan system pemerintahan suatu Negara.

Bentuk kemiskinan di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh orang tua saja, bahkan anak-anak yang masih dibawah umur pun yang seharusnya mereka belum harus memikirkan masalah perekonomian di suatu bangsa justru mau tidak mau harus turut ikut campur dalam hal tersebut. Salah satu contohnya yaitu banyak anak kecil yang masih dibawah umur harus mencari nafkah dijalanan dengan cara mengamen atau meminta-minta dan lain sebagainya untuk bisa menambahi kebutuhan keluarga mereka, sehingga karena terlalu seringnya mereka melakukan hal tersebut dijalanan mereka sampai-sampai harus rela kehilangan masa depannya dengan cara berhenti bersekolah karena keadaan perekonomian yang begitu sulit dihadapinya.

Setiap kemiskinan yang terjadi pasti disebabkan oleh beberapa faktor-faktor tertentu, dan berikut ini adalah faktor penyebab kemiskinan, yaitu :
1.   Tingkat pendidikan yang rendah.
2.   Produktivitas tenaga kerja rendah.
3.   Tingkat upah yang rencah.
4.   Distribusi pendapatan yang timpang.
5.   Kesempatan kerja yang kurang.
6.   Kualitas sumberdaya alam masih rendah.
7.   Penggunaan teknologi masih kurang.
8.   Etos kerja dan motivasi pekerja yang rendah.
9.   Kultur/budaya (tradisi).
10.  Politik yang belum stabil

Masalah kemiskinan bukan hanya sebagai musuh para bangsa saja, namun kemiskinan juga dapat menghambat proses pengembangan suatu Negara. dalam hal ini pemerintah memiliki peran penting dalam menghilangkan kemiskinan yang ada disuatu Negara, namun perlu diketahui bahwa sebenarnya kemiskinan itu belum dapat dihilangkan seutuhnya, tapi yang lebih tepatnya adalah mengurangi terjadinya kemiskinan pada setiap Negara. Untuk dapat mengurangi kemiskinan tersebut berikut ini ada beberapa cara dapat pemerintah lakukan dalam menguragi kemiskinan, yaitu :
1.      Diadakan pelatihan/kursus agar warga punya keterampilan dan bisa memanfaatkan keterampilannya tersebut untuk mencari nafkah.
2.      Diadakan pendidikan yang benar-benar bebas pendidikan dengan kualitas yang baik agar semua warga bisa mengenyam pendidikan yang berkualitas namun bebas biaya dan mengurangi jumlah warga yang berpendidikan rendah.
3.      Memfasilitasi Usaha Kecil Menegah, agar warga yang punya UKM bisa meningkatkan pendapatan melalui fasilitas yang memadai serta bisa merekrut warga lain untuk di pekerjakan. Dengan begitu pengangguran diharapkan bisa berkurang.
4.      Infrastruktur di daerah-daerah di perbaiki agar akses ke tempat lain bisa lebih mudah dan juga murah, dengan begitu warga miskin di harapkan bisa mencari pekerjaan ke daerah-daerah lain dengan mudah.

Sumber :
1.       http://id.wikipedia.org

Sabtu, 29 Desember 2012

Peranan dan Dampak dari IAD dan Teknologi Serta IAD dan Teknologi Masa Depan Sehubungan dengan Kelangsungan Makhluk Hidup


Pengertian Ilmu Alamiah Dasar (IAD)
Ilmu Alamiah Dasar (IAD) adalah kumpulan pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta yang terdiri dari beberapa konsep ilmu pengetahuan alam seperti Biologi yang banyak membahas tentang makhluk hidup disekitar alam, lalu Fisika yang membahas tentang pemahaman zat berdasarkan sifat fisik yang dapat dilihat secara nyata dengan mata. Sedangkan konsep Kimia biasanya membahas tentang bagian ilmu pasti atau ilmu pengetahuan alam yang mencoba menguraikan segala hal terkait dengan zat dan segala hal yang menyertai berdasarkan unsur penyusun dan sifat kimiawi.

Pengertian Teknologi
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Peranan dan Dampak IAD dan Teknologi
Peranan Ilmu Alamiah Dasar terhadap makhluk hidup sangat berpengaruh sekali, karena berkat rasa ingin tahu yang dimilikinya mereka dapat memulai mengembangkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dunia ini menjadi mungkin. Hal tersebut didorong dengan adanya sikap untuk selalu mempelajari tentang sesuatu yang terdapat di alam semesta ini. Dengan adanya rasa ingin tahu dan terus mempelajari mereka dapat membuat serta mengembangkan teknologi di era modern seperti sekarang ini. Dampak dari Ilmu Alamiah Dasar terhadap teknologi yang dikembangkan manusia yaitu adalah dapat memenuhi kebutuhan manusia sehingga dapat memudahkan segala sesuatunya bagi si penggunanya. Namun dari kemudahan yang diberikan teknologi tersebut, Ilmu Alamiah Dasar dan teknologi juga memiliki dampak positif dan negative pada setiap masing-masing bidang. Contohnya adalah sebagai berikut.
Dampak positif pada bidang informasi dan komunikasi :
   Kita dapat memperoleh seluruh informasi mengenai perkembangan zaman melalui media internet
·         Kita dapat berkomunikasi dengan teman yang berada di dalam negeri dan luar negeri melalui alat komunikasi berupa telepon atau jejaring social lainnya.

Dampak negatif pada bidang Informasi dan Komunikasi :
·         Pemanfaatan jaringan social yang terdapat pada internet yang disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab
·          Kecemasan teknologi. Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi.

Ilmu Alamiah Dasar dan Teknologi Masa Depan Sehubungan dengan Kelangsungan Makhluk Hidup

Jadi kesimpulannya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh sekali terhadap  kelangsungan makhluk hidup karena di era modern seperti ini ilmu pengetahuan sangat penting. Dengan kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan kita dapat menciptakan dan mengembangkan teknologi. Karena teknologi memiliki peranan yang sangat penting terhadap kelangsungan kehidupan di dunia ini. Dengan tidak adanya teknologi kelangsungan aktivitas makhluk hidup dimuka bumi ini mungkin akan mengalami penghambatan. Teknologi sudah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnyadengan banyak cara. Di sekelompok banyak orang teknologi dapat membatu memperbaiki ekonomi, mengembangkan alat komunikasi yang canggih dan masih banyak yang lainnya. 


Kamis, 29 November 2012

Biosfer, Makhluk Hidup, Manusia dan Lingkungan

1.   Biosfer

Pengertian Biosfer
Biosfer adalah bagian luar dari planet bumi yang di dalamnya mencakup udara, daratan, dan air yang mendukung adanya suatu kehidupan dan proses biotic berlangsung. Biosfer  yang meliputi udara, daratan dan air merupkan lapisan tipis, yakni 8 km kea rah atmosfer dan 9 km  kea rah kedalaman laut. Biosfer inilah yang dijumpai adanya kehidupan organisme.

2.   Makhluk Hidup

Pengertian Makhluk Hidup
Makhluk hidup adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai  kelebihan masing-masing sehingga mereka dapat berkembang biak  dan bersosialisasi dengan sesamanya melalui  kelebihan-kelebihan yang mereka miliki. Makhluk hidup terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuhan. Dan pada umumnya makhluk hidup ini merupakan makhluk yang berketergantungan (simbiosis mutualisme). Berikut merupakan cirri-ciri khusus dari makhluk hidup, yaitu.

1.   Bergerak
Bergerak adalah merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Gerakan ini lebih mudah di lihat pada hewan daripada tumbuhan. Gerakan pada hewan dapat dilihat saat berpindah tempat. Sedangkan pada tumbuhan contoh gerakan yang signifikan dapat dilihat pada tumbuhan putri malu. 
2 . Peka Terhadap Rangsang (iritabilitas)
Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang. Rangsangan ini akan ditanggapi dengan gerakan.
3. Memerlukan Makanan (nutrisi)
Untuk bisa tumbuh dan berkembang makhluk hidup membutuhkan nutrisi. Nutrisi ini diperoleh melalui makanan yang dimakan. Setiap makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperoleh makanan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya.
4. Bernafas (respirasi)
Bernafas adalah proses pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida oleh alat-alat pernafasan seperti kulit, insang, paru-paru ataupun lentisel dan bulu-bulu akar pada tumbuhan. Oksigen diperlukan untuk mengoksidasi makanan.. 
5. Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh dan berkembang adalah ciri-ciri makhluk hidup. Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup sedangkan berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.
6. Berkembangbiak (reproduksi)
Berkembangbiak adalah memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Makhluk hidup berkembangbiak melalui 2 cara yaitu:
a. Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
b.Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh seperti stek, cangkok, daun, tunas, akar, dll
7. Adaptasi
Makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Kemampuan menyesuaikan diri ini disebut adaptasi.  Adaptasi berfungsi agar makhluk hidup tetap bisa bertahan hidup dimanapun berada.
  • Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya.
  • Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh.
  • Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya.
8. Regulasi
Regulasi adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon.
9. Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi,  juga menghasilkan zat sisa. Zat sisa dapat berubah gas, cairan ataupun padatan. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh. 

3.   Manusia

Pengertian manusia
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang diberikan akal pikiran yang berkembang dan dapat dikembangkan sehingga dapat menguasai atau mengendali makhluk hidup lainnya. Selain itu juga manusia merupakan makhluk sosial dan bermasyarakat.
Secara sosial sebenarnya manusia merupakan makhluk individu dan social yang mempunya kesempatan yang sama dalam berbagai  hidup dan kehidupan dalam bermasyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah,  melakukan suatu pekerjaan, mengerjakan tugas, bahkan beragama. Namun kenyataannya satiap individu belum dapat menguasai atau mempunyai kesempatan yang sama dalam hal tersebut. akibatnya masing-masing individu mempunyai peran dan kedudukan yang  tidak sama atau berbeda. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi, misalnya kondisi ekonomi, social, politik, budaya bahkan individu atau sekelompok masyarakat itu sendiri yang dapat menyebabkan terjadinya hal tersebut. Dengan kata lain hal tersebut dapat menimbulkan adanya stratifikasi (pembedaan atau pengelompokan masyarakat secara bertingkat)  yang nampak jelas pada kehidupan bermasyarakat.

4.   Lingkungan    


Pengertian Lingkungan
Kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan social. Kita menghirup udara memerlukan udara dari lingkungan sekitar kita. Bahkan segala aktivitas atau kegiatan yang kita lakukan hampir semua kita habiskan di lingkungan sekitar kita.
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Kerusakan Lingkungan
Berdasarkan faktor penyebabnya kerusakan lingkungan hidup dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu kerusakan akibat peristiwa alam dan kerusakan akibat faktor manusia. Dan berikut contoh-contoh dari kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam dan faktor manusia.

Kerusakan akibat peristiwa alam

1. Gunung meletus , ini merupakan peristiwa alam dimana gunung tersebut menyemburkan lava, lahar panas, pasir, batu, lumpur, dan debu ketika meletus.Gunung meletus akan merusak alam dan memakan korban dan kerugian materi yang tidak sedikit. Tetapi dampak dari letusan gunung tersebutmembawa keuntungan antara lain : menyuburkan tanah, mememperluas lahan pertanian, letak mineral dekat demngan permukaan bumi, dan tempat wisata.
2. Tanah Longsor , biasanya terjadi karena penebangan hutan yang sembarangan. Untuk mencegah tanah longsor perlu digalakan reboisasi.
3. Gempa Bumi, ialah getaran yang terjadi akibat dari dalam bumi. Gempa tersebut menurut terjadinya ada tiga macam :
·      Gempa Vulkanis, yang disebabkan oleh letusan gunung berapi
·      Gempa Tektonik, yang disebabkan oleh pergesaran lapisan batuan
·      Gempa Riintuhan, yang disebabkan oelh runtuhnya tanah

4. Erosi dan abrasi , proses pengikisan permukaan bumi oleh air dan air laut.

Kerusakan akibat faktor manusia

Beberapa kerusakan yang disebabkan oleh ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.
f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
Upaya pencegahan terjadinya kerusakan lingkungan

Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya keruskan pada lingkungan sekitar kita, yaitu adalah sebagai berikut.

1.   Reboisasi  atau penghijauan dilahan yang sudah rusak
2.   Mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih
3.   Membuat sengkedan di daerah lereng gunung dan di daerah lahan pertanian
4.   Membuang sampah pada tempatnya
5.   Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah
6.   Menerapkan sistem 4R, yaitu :
-    Reduce, artinya mengurangi pemakaian
-    Reuse, artinya memakai ulang
-    Recycle, artinya mendaur ulang
-    Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organik

Jadi kesimpulannya bisofer, makhluk hidup, manusia, dan lingkungan itu memiliki keterkaitan satu sama lainnya. Jika salah satu dari mereka tidak ada mungkin tidak akan terjadi suatu kehidupan di dunia ini, karena hal-hal tersebut sangat berpengaruh terhadap terjadinya sebuah kehidupan. Sebab jika tidak adanya lapisan bisofer di sekitar planet bumi maka tidak akan ada pula kehidupan di bumi in yang di huni oleh makhluk hidup  beserta lingkungan alam sekitarnya.